Plembutan Berbagi Praktik AMPD pada Seminar Puncak HKB 2026 di Yogyakarta
IBN 28 April 2026 20:52:56 WIB
SIDA Plembutan - Pemerintah Kalurahan Plembutan menghadiri dan berpartisipasi aktif dalam Seminar Puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BPBD DIY bersama World Food Programme (WFP), pada Selasa, 28 April 2026, bertempat di Hotel Gaia Cosmo, Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, praktisi kebencanaan, serta perwakilan kalurahan/desa untuk memperkuat implementasi Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD). Fokus utama seminar adalah mendorong pergeseran pendekatan dari respons bencana menuju tindakan antisipatif berbasis data dan sistem peringatan dini.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Perwakilan BPBD DIY menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini yang terintegrasi hingga tingkat desa, serta perlunya kesiapan kelembagaan dalam merespons informasi risiko. Sementara itu, pihak WFP menyoroti pentingnya pendekatan aksi antisipatif yang didukung oleh data prakiraan, mekanisme pendanaan yang siap digunakan sebelum bencana, serta perlunya kolaborasi lintas sektor.
Dari sisi akademisi, disampaikan bahwa keberhasilan mitigasi bencana sangat ditentukan oleh kemampuan menerjemahkan data dan informasi menjadi keputusan yang cepat dan tepat di tingkat lokal. Pendekatan berbasis risiko dan analisis kerentanan menjadi dasar penting dalam menyusun aksi yang efektif.
Dalam sesi berbagi praktik, Carik Plembutan hadir sebagai narasumber dan menyampaikan pengalaman Kalurahan Plembutan dalam mengimplementasikan AMPD. Disampaikan bahwa tantangan utama di awal adalah mengubah pola pikir masyarakat dan aparatur dari yang semula reaktif menjadi lebih antisipatif. Selain itu, penentuan pemicu (trigger) yang jelas dan pembagian peran antar aktor menjadi kunci dalam memastikan aksi dapat dilakukan secara tepat waktu.
Plembutan juga telah mulai membangun sistem yang lebih terstruktur, meliputi pemantauan prakiraan, penyusunan protokol aksi dini, serta pelibatan masyarakat dalam simulasi dan kesiapsiagaan. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan respons cepat sekaligus menekan potensi dampak bencana secara lebih efektif.
Esensi penting dari keseluruhan sesi seminar menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak hanya bergantung pada kecepatan respons, tetapi pada kemampuan melakukan tindakan sebelum bencana terjadi. Hal ini membutuhkan dukungan sistem yang jelas, kolaborasi antar pihak, serta komitmen untuk menjadikan kesiapsiagaan sebagai bagian dari perencanaan pembangunan.
Partisipasi Kalurahan Plembutan dalam Seminar Puncak HKB 2026 ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas mitigasi bencana di tingkat lokal. Ke depan, Kalurahan Plembutan akan terus mengembangkan implementasi AMPD sebagai upaya nyata dalam melindungi masyarakat dan mewujudkan lingkungan yang lebih tangguh terhadap bencana
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Plembutan Berbagi Praktik AMPD pada Seminar Puncak HKB 2026 di Yogyakarta
- Kamituwa Kalurahan Plembutan Ikuti Bimtek dan Sosialisasi Penanganan Anak Tidak Sekolah
- Senam GERMAS di GOR Plembutan Berlangsung Meriah, Warga Antusias Ikuti Kegiatan
- Senam GERMAS Ajak Warga Plembutan Hidup Sehat Bersama
- Pamong Kalurahan Plembutan Ikuti Pendampingan Penyusunan Rencana Aksi Reformasi Kalurahan
- Rapat Persiapan Pembangunan RTLH Libatkan Calon Penerima hingga Pelaksana Teknis
- Penyaluran BLT Dana Desa Tahun 2026 di Kalurahan Plembutan













