Kalurahan Plembutan Berbagi Praktik Baik Aksi Antisipatif dalam Lokakarya AMPD di Yogyakarta
IBN 23 September 2026 05:17:12 WIB
SIDA (23 September 2026) — Kalurahan Plembutan, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, turut berbagi pengalaman dalam Lokakarya Berbagi Pembelajaran dan Praktik Baik dalam Pengembangan Protokol Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD) yang dilaksanakan di GAIA Cosmo Hotel, Yogyakarta, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 23–24 September 2026 ini diselenggarakan oleh ASB South and South-East Asia melalui Program Seger Waras, bersama UNOCHA, WFP, Caritas Germany, Caritas Indonesia, YEU, serta Tim Pendukung Pokja AMPD.
Lokakarya menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak yang memiliki pengalaman dalam pengembangan dan penerapan aksi merespons peringatan dini di tingkat desa maupun daerah. Melalui kegiatan ini, berbagai praktik, tantangan, pembelajaran, serta pendekatan dalam menghubungkan informasi peringatan dini dengan tindakan nyata dibagikan dan didiskusikan bersama.
Dari peringatan dini menuju aksi dini
Salah satu sesi utama pada hari pertama adalah “Cerita dari Desa: Pengalaman Desa dalam Mengembangkan Protokol AMPD.”
Dalam sesi tersebut, pengalaman dibagikan berdasarkan karakteristik ancaman, yaitu banjir, kekeringan, serta longsor dan hujan ekstrem.
Kalurahan Plembutan menjadi salah satu narasumber untuk kelompok ancaman banjir, bersama YEU dari Ambon. Sementara pengalaman terkait kekeringan dibagikan oleh Kalurahan Girisuko dan Kalurahan Tepus, Gunungkidul. Untuk ancaman longsor dan hujan ekstrem, pengalaman disampaikan oleh Desa Ngadiharjo dan Desa Giritengah, Magelang.
Kalurahan Plembutan berbagi mengenai proses pembelajaran dalam mengembangkan Protokol AMPD Banjir, termasuk bagaimana informasi peringatan dini mulai diterjemahkan menjadi dasar untuk mengambil keputusan dan melakukan tindakan lebih awal.
Pendekatan tersebut merupakan perubahan dari pola yang sebelumnya lebih banyak bersifat reaktif—menunggu dampak terjadi kemudian melakukan tindakan—menuju pendekatan yang mendorong masyarakat dan pemerintah kalurahan untuk mulai bertindak berdasarkan informasi dan peringatan dini.
Protokol bukan sekadar dokumen
Pengembangan AMPD di tingkat desa tidak berhenti pada penyusunan sebuah dokumen protokol.
Dalam prosesnya, berbagai unsur perlu membangun pemahaman dan kesepakatan bersama, mulai dari mengenali ancaman dan risiko, memahami sumber informasi peringatan dini, menentukan trigger atau ambang batas, menetapkan status peringatan, menyusun aksi dini, hingga membagi peran dan tanggung jawab masing-masing pihak.
Hal tersebut juga menjadi bagian dari pembelajaran Kalurahan Plembutan dalam mengembangkan protokol AMPD banjir.
Peringatan dini harus mampu menghasilkan keputusan. Keputusan kemudian harus diterjemahkan menjadi tindakan.
Dengan demikian, informasi tidak berhenti sebagai informasi, tetapi menjadi bagian dari proses kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana.
Belajar bersama dari berbagai daerah
Lokakarya ini tidak hanya menjadi ruang untuk mempresentasikan praktik yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi forum untuk saling belajar.
Melalui paparan, diskusi panel, diskusi kelompok, refleksi, hingga proses penyusunan bersama, peserta diajak mengidentifikasi prinsip, tahapan, dan komponen penting yang diperlukan dalam pengembangan protokol AMPD.
Berbagai pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bahan dalam penyempurnaan Panduan Pengembangan Protokol AMPD agar lebih praktis, kontekstual, inklusif, dan dapat diterapkan pada wilayah dengan karakteristik risiko yang berbeda.
Bagi Kalurahan Plembutan, kesempatan berbagi dalam forum tersebut menjadi bagian dari perjalanan untuk terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana.
Sebab, yang berubah bukan risikonya. Yang berubah adalah cara menghadapi risiko.
Melalui pendekatan aksi antisipatif, peringatan dini diharapkan tidak hanya menjadi informasi yang diterima masyarakat, tetapi menjadi dasar untuk membaca tanda, mengambil keputusan, dan bertindak lebih awal.
Dari peringatan dini, menuju aksi dini.
#KalurahanPlembutan #AMPD #AksiAntisipatif #KesiapsiagaanBencana #PenguranganRisikoBencana
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Pembinaan Kelompok Rentan: Belajar Menanam dan Merawat Jahe untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi
- Kalurahan Plembutan Berbagi Praktik Baik Aksi Antisipatif dalam Lokakarya AMPD di Yogyakarta
- Skrining TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG)
- 1.055 Keluarga di Plembutan Terima Bantuan Pangan, Masing-Masing Mendapat 30 Kilogram Beras
- KKN UII Angkatan 73 Resmi Ditarik, Expo Proker Warnai Penutupan KKN se-Kapanewon Playen
- Peraturan Lurah Nomor 3 Tentang BLT 2026
- Paparan Lurah dalam Musrenbangkal RKPKal 2027
Komentar Terkini
-
Admin
aamiin, matur nuwun....baca selengkapnya
13 Agustus 2026 08:41:51 WIB -
SURONO
Semoga dengan kebersamaan membawa masyarakat Plemb...baca selengkapnya
10 Agustus 2026 12:23:35 WIB -
Sekretariat Pemkal Plembutan
Maturnuwun, terimakasih dukungannya dan saran sara...baca selengkapnya
27 Juli 2026 08:08:56 WIB -
surono
Nderek bingah RT.026 saget sasap juara 1, monggo n...baca selengkapnya
22 Juli 2026 20:34:49 WIB -
Sekretariat Pemkal Plembutan
Maturnuwun, terimakasih dukungannya dan saran sara...baca selengkapnya
18 Mei 2026 09:25:42 WIB -
abureka
Luar biasa, berhasil memanfaatkan potensi partisip...baca selengkapnya
18 Mei 2026 05:29:55 WIB -
techno IPTEC
mengenal AI atau kecerdasan buatan adalah bahasan ...baca selengkapnya
21 Maret 2025 11:37:09 WIB -
Surono
Semoga Pembangunan di Kalurahan Plembutan semakin ...baca selengkapnya
28 Desember 2024 08:54:45 WIB -
teknologi digital
mengenal AI atau kecerdasan buatan sangatlah infor...baca selengkapnya
23 September 2024 14:04:09 WIB -
IBN
Terimakasih atas kunjungan di web Kalurahan Plembu...baca selengkapnya
21 September 2024 11:07:18 WIB
PROFIL KALURAHAN PLEMBUTAN
Translate
PENGADUAN MASYARAKAT
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |











